Tentang Kanker Serviks

Selain jantung, obesitas dan stroke, penyakit yang mematikan secara perlahan adalah kanker serviks. Penyakit ini merupakan penyakit kanker yang sering terjadi di Indonesia dimana hampir lebih dari 8000 kasus telah menyebabkan kematian. Pihak WHO sendiri mengakui bahwa Indonesia merupakan negara tertinggi di dunia yang paling banyak menderita kanker serviks.

Kanker serviks biasanya muncul pada perempuan di usia produktif antara 30 hingga 50 tahun. Di artikel ini akan dibahas tentang kanker serviks dan bagaimana pencegahannya.

Leher rahim atau biasa dikenal dengan serviks adalah pintu masuk sperma dan membantu proses persalinan. Serviks adalah organ penting wanita yang perlu dijaga kebersihannya karena organ ini sangat berhubungan erat dengan organ reproduksi. Tentang kanker serviks, para ahli kesehatan setuju bahwa penyakit kanker serviks ini disebabkan oleh sebuah virus yang bernama human papilloma virus (HPV). Gatal-gatal ataupun keputihan adalah gejala umum jika organ penting ini tidak dijaga kebersihannya. Tentang Kanker Serviks

Gejala kanker serviks dapat diketahui dengan berbagai tanda seperti
• Keluarnya keputihan yang tidak normal serta berbau
• Munculnya pendarahan saat melakukan hubungan intin
• Pendarahan di luar siklus menstruasi
• Berat badan yang menurun secara drastis

Untuk mencegah timbulnya penyakit berbahaya ini ada beberapa pencegahan yang dapat dilakukan salah satunya dalah melakukan tes pendeteksian yang dilakukan secara awal. Diantaranya dengan menggunakan beberapa test seperti test pap smear atau menggunakan asam asetat. Tes pap smear adalah pemeriksaan standar yang dapat mendeteksi kanker serviks lebih awal. Sementara tes dengan menggunakan asam asetat atau cuka dapat dijadikan sebagai pilihan karena harganya yang lumayan relatif murah.

Selain itu ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks seperti tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti. Menggunakan alat pengaman seperti kondom juga dapat mengurangi walaupun masih ada kemungkinan masuknya virus kedalam leher rahim. Sering melakukan medical check up bagi pelaku seksual secara aktif dan tentu saja menjaga kebersihan tubuh terutama organ reproduksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge