Haid Tidak Beraturan

Menstruasi pada wanita yang terjadi setiap bulannya melibatkan beberapa organ yang ada di dalam tubuh seperti indung telur, rahim, serta hormonal. Ketiga elemen penting ini saling berinteraksi, sehingga bila terjadi ganggguan pada salah satunya maka dapat dipastikan siklus haid akan tergangggu dan menyebabkan haid tidak beraturan. Untuk mengetahui letak permasalahan karena terganggunya siklus, hendaknya dilakukan pengobatan secara dini dilakukan medical check-up secara rutin. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dengan menggunakan berbagai metode seperti laboratorium darah, hormone, urin, USG, CT –Scan hingga MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Ada tiga jenis gangguan haid yang umum terjadi seperti lamanya hari haid, banyak sedikitnya darah haid yang keluar dan lebih jarang atau seringnya haid datang. Bahkan kondisi lebih parah dapat terjadi seperti haid yang sama sekali tidak datang padahal tidak dalam keadaan hamil.

Haid Tidak Beraturan

Mengapa menstruasi bisa datang tidak beraturan?

Haid tidak beraturan lebih disebabkan karena tidak adanya sel telur yang matang atau lebih dikenal dengan istilah ovulasi. Hal inilah yang menyebabkan tidak adanya hormon progesterone yang dapat menyebabkan jatuhnya selaput lendir. Stress, melakukan diet yang sangat ketat, adanya penyakit seperti infeksi atau radang serta gangguan pada hormon dipercaya menjadi penyebab utamanya.

Selain itu, rasa nyeri yang timbul akibat menstruasi juga menimbulkan keresahan tersendiri. Banyak wanita merasa terganggu dengan adanya gangguan seperti ini. Meminum obat penghilang rasa sakit boleh saja dilakukan karena dikonsumsi dalam jangka waktu yang tidak lama. Namun, ketika rasa sakit hilang segera hentikan pemakaian. Jika dilanjutkan justru dapat membahayakan kesehatan terutama bagian rahim.

Normalkah mengalami PMS saat menjelang menstruasi?

PMS adalah sebuah gejala gangguan pada hormonal yang dialami setiap wanita menjelang siklus haid terjadi. Setiap wanita mengalami gejala yang berbeda-beda tergantung dari kadar hormon. Seperti rasa malas, nyeri pinggang, migraine, sakit kepala hingga kondisi yang lebih parah yang dapat menyebabkan seseorang pingsan. Melakukan olahraga secara teratur dan mengurangi asupan garam saat haid, mampu mengurangi rasa nyeri pada perut.

Jika haid tidak beraturan berlangsung cukup lama, melakukan konsultasi kepada dokter adalah langkah yang bijak. Karena bila dibiarkan lebih lama lagi, penyakit kista akan datang menyerang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge