Mengatur Keuangan Keluarga Pasca Lebaran

Hari kemenangan telah usai. Silaturahmi dengan kerabat maupun tetangga dekat sudah dilakukan. Yang tersisa adalah permasalahan yang umum dialami oleh kebanyakan masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan. Apalagi kalau bukan keuangan keluarga yang mengalami perubahan cukup besar. Ya, menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh dan berlebaran di kampung tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Mulai dari jenis makanan yang disajikan, keperluan baju baru hingga pemberian angpao kepada keluarga. Tidak sedikit mereka menghabiskan anggaran dalam jumlah besar hanya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Tak pelak lagi, semua kegiatan ini akan memberi imbas kepada kelangsungan dari kewajiban setiap bulannya seperti pembayaran kartu kredit yang bila tidak dilunasi akan terkena bunga, kebutuhan rutin seperti makan hingga pembayaran biaya listrik maupun gas. Sementara gaji yang diterima lebih awal dan pemberian THR telah habis pula. Akhirnya jalan pintas pun di ambil yaitu berhutang di kantor atau pegadaian demi memperbaiki keuangan keluarga yang mengalami gangguan.
Keuangan Keluarga
Kondisi umum yang sering terjadi setiap tahunnya ini sebenarnya bisa diantisipasi dengan memperkirakan biaya yang harus dikeluarkan. Sehingga kegiatan menabung dapat dilakukan setiap bulannya di luar kewajiban untuk biaya pendidikan anak atau tabungan masa depan. Tentu saja langkah ini bukanlah satu ketetapan yang harus diikuti karena konsep keuangan berpulang kepada kebiasaan individu masing-masing.

Lalu, bagaimana mengatur keuangan keluarga setelah lebaran? Tiada jalan lain selain lebih berhemat hingga pembayaran gaji tiba di bulan berikutnya. Jika keadaan cukup sulit, gunakan sedikit dari tabungan bulanan untuk kebutuhan sehari-hari. Setelah keadaan normal, anda harus mengembalikannya sedikit demi sedikit. Hindari untuk melakukan pinjaman karena justru akan membuat pengeluaran semakin membengkak.

Merayakan hari raya lebaran memang seharusnya dengan cara tidak memaksakan diri agar terlihat lebih di mata keluarga atau rekan kerja. Sederhana namun penuh makna lebih bermanfaat dari pada setelah lebaran anda kebingungan mengatur keuangan keluarga hanya karena membeli keperluan yang berlebihan. Dibutuhkan komitmen serta disiplin yang tinggi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge